Tuesday, 1 November 2016

MIE AYAM MAS SIFON, SUMBAWA BESAR

MIE AYAM MAS SIFON, SUMBAWA BESAR



Bila kita mendengar nama masakan ini, tentunya anda sudah tidak asing lagi, ya.. Mie ayam. Telah kita ketahui bersama, Mie Ayam merupakan salah satu masakan favorit yang sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia, termasuk di Sumbawa Besar NTB. Betapa tidak, dari sekian tempat kios Mie Ayam disini, rata-rata laku dengan larisnya. Tak bisa dipungkiri, rata-rata penjual Mie Ayam di Sumbawa Besar, berasal dari pulau Jawa, ada yang berasal dari wonogiri, solo, sukoharjo, sragen, klaten, dan gunung kidul. Bahkan saat ini keberadaan warung Mie Ayam sudah merambah ke kota-kota kecamatan dan didesa-desa dipelosok Sumbawa, dikarenakan makanan ini sudah begitu merakyatnya.

RUMAH MAKAN SIDODADI ; SEAFOOD DAN CHINESE FOOD DI SUMBAWA BESAR

RUMAH MAKAN SIDODADI ; SEAFOOD DAN CHINESE FOOD DI SUMBAWA BESAR


Selamat berjumpa para wisatawan asing maupun domestic dimanapun anda berada, mungkin anda yang berada di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, di negara-negara kawasan Eropa maupun di Asia Tenggara termasuk wisatawan dari Indonesia, bila suatu hari anda berkunjung ke Indonesia, tepatnya berwisata ke Pulau Sumbawa, tentunya yang dituju pertamkali adalah Kota Sumbawa Besar, sebab disinilah terdapat Bandara Sultan Kaharudin (Brangbiji) yang melayanai route penerbangan dari berbagai kota wisata di Indonesia, seperti Mataram dan Denpasar. Dengan adanya kemudahan transportasi ini, maka sangatlah diharapkan banyaknya wisatawan yang mau berkunjung untuk menikmati keindahan dan keaslian obyek-obyek wisata yang ada di Sumbawa ini.

Friday, 7 October 2016

WARUNG MAKAN BANG JOE, SUMBAWA BESAR

WARUNG MAKAN "BANG JOE" 
SUMBAWA BESAR



Jalan-jalan disore hari ini, kami sengaja berniat mencari makanan, dikarenakan perut sudah lapar. Setelah berkeliling kota Sumbawa Besar beberapa saat, akhirnya kami menyusuri jalanan, akhirnya kami sampai di jalan Kaharudin no.91. Disitulah kami temui sebuah rumah makan sederhana, yang menempati emperan kios, yaitu Warung Makan "Bang Joe". yang menggunakan rombong yang bisa didorong, tetapi disediakan pula disitu meja dan kursi untuk makan ditempat dan kursi-kursi plastik untuk duduk pengunjung yang menunggu dan memesan makanan untuk dibawa pulang.


Monday, 3 October 2016

LOMBA MARCHING BAND TINGKAT PROP. NTB, SUMBAWA 2016

LOMBA MARCHING BAND TINGKAT PROP. NTB, SUMBAWA 2016


Sebagai salah satu kegiatan  untuk menyalurkan minat bakat dibidang seni musik, diadakan Lomba Marching Band Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat, yang dilaksanakan di Sumbawa, mulai tanggal 3 Oktober 2016. Acara ini dibuka dengan pelepasan Parade Peserta dari Lapangan Pahlawan atau depan Wisma Daerah, melewati Jalan Hasanudin, kemudian berbalik dan finish di depan Kantor Bupati Sumbawa. Mulai hari ini acara Lomba Display di lapangan Kantor Bupati Sumbawa untuk kelompok umur anak-anak sekolah dasar. Sedangkan besok adalah untuk kelompok umur anak-anak sekolah menengah pertama.

Friday, 30 September 2016

PAWAI BUDAYA FESTIVAL MOYO 2016

PAWAI BUDAYA FESTIVAL MOYO 2016
DI SUMBAWA



Kegiatan Festival Moyo, sudah merupakan event kalender tahunan, yang diselenggarakan oleh Dinas Dispora Budpar Kabupaten Sumbawa. Tujuan diadakannya event ini adalah untuk menampilkan beragam budaya sehingga dapat menunjang kepariwisataan yang ada di Sumbawa ini. Salah satu kegiatan dalam event ini, adalah Pawai Budaya, untuk tahun 2016 ini diadakan tanggal 28 s.d 30 Sepetember 2016. Pawai Budaya ini dikategorikan pesertanya untuk anak-anak TK / SD, siswa SMP/SMA/SMK dan kategori Umum.

Thursday, 29 September 2016

OBYEK WISATA TANJUNG MENANGIS

OBYEK WISATA TANJUNG MENANGIS




Tanjung menangis, sebenarnya adalah sebuah daerah yang terletak dipinggir laut di Sumbawa, yang keberadaanya berhadapan dengan Pulau Moyo. Tempat ini menjadi terkenal karena pemandangannya yang cukup eksotis untuk dinikmati. Bagi wisatawan yang sudah menjelajah nusantara, mungkin terbiasa dengan  obyek-obyek wisata yang sudah ada dikota, tetapi untuk menuju obyek wisata Tanjung Menangis ini, harus melalui perjuangan yang mengasikkan, baik melalui perjalanan darat, maupun menggunakan perahu. Jarak dari Kota Sumbawa Besar menuju  obyek tanjung menangis ini lumayan jauh, sekitar 15 Km an dari pusat kota.

Bagi yang suka tantangan, disitu bisa melalukan aktifitas mancing, menyelam atau diving karena kejernihan air dan pemandangan bawah air yang bagus saat laut tenang, serta bila beruntung bisa menikmati munculnya kawanan ikan lumba-lumba di perairan daerah Tanjung Menangis tersebut. Tanjung menangis menjadi salah satu ikon wisata sumbawa, dikarenakan keunikannya, yang tak lepas dari sebuah cerita Legenda Tanah Samawa, Tanjung Menangis.....



Cerita legenda Tanjung Menangis

Tanjung menangis merupakan nama tanjung yang berada di bagian timur  pulau Sumbawa. Pada zaman dahulu, putri dari Datu Samawa terjangkit penyakit yang sangat aneh, tak ada seorang pun di seantero negeri Samawa yang dapat menyembuhkannya. Datu Samawa telah melakukan berbagai cara demi menyembuhkan putrinya. Dia telah berkunjung ke rekan-rekannya sesama pemimpin, yaitu kepada Datu Dompu dan Datu Bima untuk mencari tabib sakti yang dapat menyembuhkan putrinya, namun hasilnya tetap nihil.

Bertahun-tahun tuan putri mengidap penyakit aneh tersebut, namun belum ada orang ataupun tabib yang mampu menyembuhkannya. Suatu hari, Datu Samawa membuat sayembara bagi seluruh orang diseantero negeri. Barang siapa yang mampu menyembuhkan tuan putri maka baginya akan diberikan hadiah. Apabila dia perempuan maka akan dijadikan sebagai anak angkat. Namun, apabila laki-laki, maka akan dijadikan menantu dan dinikahkan dengan tuan putri.

Sayembara ini menyebar hingga ke pulau Sulawesi di seberang sana. Telah banyak tabib yang mencoba mengikuti saymebara ini namun belum seorang pun yang berhasil menyembuhkan tuan putri. Suatu hari, datanglah seorang kakek tua renta ke kediaman Datu Samawa. Dia berasal dari negeri Ujung Pandang dan memperkenalkan dirinya dengan nama Daeng Ujung Pandang. Dia telah mendengar kabar tentang penyakit aneh yang diderita tuan putrid dan ingin mencoba mengobati tuan putri bila Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan.Dengan kuasa Allah Taala, melalui tangan serta pengetahuan yang dimiliki Daeng Ujung Pandang, tuan putri pun sembuh seperti sedia kala.

Sesuai dengan janjinya, tibalah waktunya bagi Datu Samawa untuk membayar janji kepada Daeng Ujung Pandang yang telah menyembuhkan putrinya. Seperti yang telah beliau janjikan, beliau harus menikahkan putri beliau dengan Daeng Ujung Pandang. Namun, karena melihat fisik Daeng Ujung Pandang yang sudah tua renta dan bungkuk pula, Datu Samawa merasa tidak rela untuk menikahkan putrinya dengan Daeng Ujung Pandang. Datu Samawa akhirnya merubah hadiah dari sayembara.

Daeng Ujung Pandang oleh Datu Samawa dipersilahkan untuk mengambil harta sebanyak-banyaknya, berapapun yang diinginkan olehnya, asalkan Daeng bersedia untuk tidak dinikahkan dengan tuan putri. Daeng Ujung Pandang merasa sangat terhina dengan sikap Datu. Beliau menolak untuk mengambil sepeser harta pun dari istana. Dengan hati teriris, ia pun pulang kembali ke Ujung Pandang menggunakan sampan kecil yang dilabuhkan di sebuah tanjung.

Putri Datu Samawa merasa iba melihat kekecewaan di mata Daeng Ujung Pandang, ia pun menyusul Daeng Ujung Pandang ke tanjung tersebut. Saat putri Datu Samawa tiba di pelabuhan, saat itu pula, Daeng Ujung Pandang baru saja menaiki sampannya. Atas kekuasaan Allah, Daeng Ujung Pandang yang tua renta tersebut berubah menjadi pemuda yang tampan tiada taranya ketika telah menginjakkan kakinya di atas sampan.

Melihat hal tersebut, putri Datu Samawa menangis, menyesali keputusan yang diambil ayahnya serta menangisi betapa tersiksa rasanya ditinggal seseorang yang baru ia cintai, Daeng Ujung Pandang. Sambil menangis, putri berlari menyusul sampan Daeng Ujung Pandang hingga tengah laut tanpa menyadari ia mulai tenggelam. Hal ini menyebabkan Tuan Putri Datu Samawa meninggal di tengah laut sambil menangis. Akhirnya, hingga kini tanjung tempat dimana putri dan Daeng Ujung Pandang berpisah tersebut dinamakan Tanjung Menangis untuk mengenang kisah tragis antara kedua insan tersebut.